Israel Dikutuk Dunia
Laporan: tribunnews.com
Selasa, 1 Juni 2010 | 08:14 WITA
ATHENA, TRIBUN-TIMUR.COM - Ribuan demonstran turun ke jalan di Eropa dan Timur Tengah, Senin (31/5), sebagai protes atas serbuan marinir Israel terhadap armada bantuan kemanusian untuk Gaza yang menewaskan sedikitnya sembilan orang aktivis. Di sejumlah tempat, aksi demonstrasi itu diwarnai bentrokan dengan polisi. Di Palestina, beberapa orang bahkan terluka karena terkena tembakan militer Israel.
Di Athena, Yunani, sekitar 3.500 demontran berkumpul di luar kedutaan Israel. Mereka meneriakkan yel-yel "Jangan Ganggu Gaza" dan "Bebaskan Palestina". Ratusan demonstran bentrok dengan polisi ketika mereka melempar potongan marmer, batu dan botol.
Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan mereka. "Para demonstran membentuk barikade api, polisi lalu mengejar mereka, ada banyak batu dan gas air mata dan beberapa orang telah berdarah di kepala mereka," kata seorang saksi mata kepada Reuters. Ia menambahkan, ia melihat empat orang luka-luka. Polisi mengatakan, mereka menahan lima orang pengunjuk rasa.
Aksi marinir Israel di timur Laut Tengah itu juga telah memicu protes dan kemarahan pemerintah Turki, satu-satunya Muslim negara Yahudi itu di kawasan tersebut. Ribuan pengikut ulama anti-AS di Baghdad, Irak juga turun ke jalan.
Di Paris polisi terpaksa menggunakan gas air mata ketika sekitar 2.000 orang berunjuk rasa di dekat kedutaan Israel. Mereka melempar batu, melambaikan bendera Palestina dan Turki serta mengacung-acungkan spanduk yang berbunyi "Hidup Palestina" dan "Israel Penjahat."
Sekelompok kecil demonstran anti-Israel mengadakan unjuk rasa damai di Roma dan kota-kota Italia lainnya. "Pemerintah Italia perlu segera memanggil kembali duta besarnya dari Israel sebagaimana negara-negara Eropa lainnya telah dilakukan," kata Paolo Cento, seorang politisi sayap kiri yang berada di antara demonstran. "Ini sangat serius dan tidak memiliki preseden apapun dalam sejarah diplomasi internasional."
Polisi Swedia mengatakan, lebih dari 5.000 pengunjuk rasa berbaris dari sebuah alun-alun di Stockholm menuju kedutaan Israel. Mereka membawa spanduk dan meneriakkan slogan-slogan. Mereka berteriak "Boikot Israel" serta menggelar spanduk bertulis "Bebaskan Gaza ", "Seret Israel ke Pengadilan, "Bawa Israel ke Den Haag (lokasi pengadilan HAM Internasional)" dan "Gaza Berdarah."(*)
Israel Dikutuk Dunia | Tribun Timur
My Blog
Monday, May 31, 2010
Wednesday, May 26, 2010
Mengenal Tiga Tanda Kematian
Oleh Imam Nur Suharno
Dikisahkan bahwa malaikat maut (Izrail) bersahabat dengan Nabi Ya'kub AS. Suatu ketika Nabi Ya'kub berkata kepada malaikat maut. "Aku menginginkan sesuatu yang harus kamu penuhi sebagai tanda persaudaraan kita."
"Apakah itu?" tanya malaikat maut. "Jika ajalku telah dekat, beri tahu aku." Malaikat maut berkata, "Baik aku akan memenuhi permintaanmu, aku tidak hanya akan mengirim satu utusanku, namun aku akan mengirim dua atau tiga utusanku." Setelah mereka bersepakat, mereka kemudian berpisah.
Setelah beberapa lama, malaikat maut kembali menemui Nabi Ya'kub. Kemudian, Nabi Ya'kub bertanya, "Wahai sahabatku, apakah engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?"
"Aku datang untuk mencabut nyawamu." Jawab malaikat maut. "Lalu, mana ketiga utusanmu?" tanya Nabi Ya'kub. "Sudah kukirim." Jawab malaikat, "Putihnya rambutmu setelah hitamnya, lemahnya tubuhmu setelah kekarnya, dan bungkuknya badanmu setelah tegapnya. Wahai Ya'kub, itulah utusanku untuk setiap bani Adam."
Kisah tersebut mengingatkan tentang tiga tanda kematian yang akan selalu menemui kita, yaitu memutihnya rambut; melemahnya fisik, dan bungkuknya badan. Jika ketiga atau salah satunya sudah ada pada diri kita, itu berarti malaikat maut telah mengirimkan utusannya. Karena itu, setiap Muslim hendaknya senantiasa mempersiapkan diri untuk menghadapi utusan tersebut.
Kematian adalah kepastian yang akan dialami oleh setiap manusia sebagaimana yang telah ditegaskan dalam firman Allah SWT, "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati." (QS Ali Imran [3]: 185).
Karena itu, kita berharap agar saat menghadapi kematian dalam keadaan tunduk dan patuh kepada-Nya. "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS Ali Imran [3]: 102).
Tidaklah terlalu penting kita akan mati, tapi yang terpenting adalah sejauh mana persiapan menghadapi kematian itu. Rasulullah SAW mengingatkan agar kita bersegera untuk menyiapkan bekal dengan beramal saleh. "Bersegeralah kamu beramal sebelum datang tujuh perkara: kemiskinan yang memperdaya, kekayaan yang menyombongkan, sakit yang memayahkan, tua yang melemahkan, kematian yang memutuskan, dajjal yang menyesatkan, dan kiamat yang sangat berat dan menyusahkan." (HR Tirmidzi).
Bekal adalah suatu persiapan, tanpa persiapan tentu akan kesulitan dalam mengarungi perjalanan yang panjang dan melelahkan. Oleh karena itu, "Berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa." (QS Al-Baqarah [2]: 197).
Teruntuk Ibu Hasri Ainun Habibie. Selamat Jalan, Ibu ….
Red: irf
Sumber http://www.republika.co.id
Dikisahkan bahwa malaikat maut (Izrail) bersahabat dengan Nabi Ya'kub AS. Suatu ketika Nabi Ya'kub berkata kepada malaikat maut. "Aku menginginkan sesuatu yang harus kamu penuhi sebagai tanda persaudaraan kita."
"Apakah itu?" tanya malaikat maut. "Jika ajalku telah dekat, beri tahu aku." Malaikat maut berkata, "Baik aku akan memenuhi permintaanmu, aku tidak hanya akan mengirim satu utusanku, namun aku akan mengirim dua atau tiga utusanku." Setelah mereka bersepakat, mereka kemudian berpisah.
Setelah beberapa lama, malaikat maut kembali menemui Nabi Ya'kub. Kemudian, Nabi Ya'kub bertanya, "Wahai sahabatku, apakah engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?"
"Aku datang untuk mencabut nyawamu." Jawab malaikat maut. "Lalu, mana ketiga utusanmu?" tanya Nabi Ya'kub. "Sudah kukirim." Jawab malaikat, "Putihnya rambutmu setelah hitamnya, lemahnya tubuhmu setelah kekarnya, dan bungkuknya badanmu setelah tegapnya. Wahai Ya'kub, itulah utusanku untuk setiap bani Adam."
Kisah tersebut mengingatkan tentang tiga tanda kematian yang akan selalu menemui kita, yaitu memutihnya rambut; melemahnya fisik, dan bungkuknya badan. Jika ketiga atau salah satunya sudah ada pada diri kita, itu berarti malaikat maut telah mengirimkan utusannya. Karena itu, setiap Muslim hendaknya senantiasa mempersiapkan diri untuk menghadapi utusan tersebut.
Kematian adalah kepastian yang akan dialami oleh setiap manusia sebagaimana yang telah ditegaskan dalam firman Allah SWT, "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati." (QS Ali Imran [3]: 185).
Karena itu, kita berharap agar saat menghadapi kematian dalam keadaan tunduk dan patuh kepada-Nya. "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS Ali Imran [3]: 102).
Tidaklah terlalu penting kita akan mati, tapi yang terpenting adalah sejauh mana persiapan menghadapi kematian itu. Rasulullah SAW mengingatkan agar kita bersegera untuk menyiapkan bekal dengan beramal saleh. "Bersegeralah kamu beramal sebelum datang tujuh perkara: kemiskinan yang memperdaya, kekayaan yang menyombongkan, sakit yang memayahkan, tua yang melemahkan, kematian yang memutuskan, dajjal yang menyesatkan, dan kiamat yang sangat berat dan menyusahkan." (HR Tirmidzi).
Bekal adalah suatu persiapan, tanpa persiapan tentu akan kesulitan dalam mengarungi perjalanan yang panjang dan melelahkan. Oleh karena itu, "Berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa." (QS Al-Baqarah [2]: 197).
Teruntuk Ibu Hasri Ainun Habibie. Selamat Jalan, Ibu ….
Red: irf
Sumber http://www.republika.co.id
Subscribe to:
Posts (Atom)