My Blog


Thursday, June 3, 2010

Giliran Berikut, Pelayaran Freedom Flotilla 2

Giliran Berikut, Pelayaran Freedom Flotilla 2
Thursday, 03 June 2010 15:44 Viva Palestina

6 Kapal sudah disiapkan, beberapa pekan yang akan datang siap berlayar menuju Gaza

Hidayatullah.com--Pembantaian yang dilakukan Israel terhadap para aktivis yang tergabung dalam Freedom Flotilla pada Senin tanggal 31/5 dini hari lalu, tidak menyurutkan semangat para aktivis melakukan pelayaran kembali, guna membuka blokade Gaza.

Hai’ah Al Arabiyah Ad Dauliyah lil I’mari Ghazah (Organisasi Arab Internasional untuk Pembangunan Gaza) yang berkantor di London, telah menerima banyak tawaran bantuan guna penyaluran bantuan dan partisipasi dalam pelayaran yang akan datang.

Saat ini penyediaan tambahan 3 kapal sudah terpenuhi, untuk menambah 3 kapal yang sebelumnya sudah disiapkan.

Direncanakan, armada baru ini akan berlayar beberapa pekan mendatang dengan armada yang lebih besar dari armada sebelumnya. Yang akan bergabung di dalamnya sejumlah tokoh dan anggota parlemen, serta para wartawan dari berbagai media di dunia, sebagaimana dilansir Markas Filisthin li Al I’lam, Kamis (3/6).

Namun, menurut keterangan Rami Abduh, salah satu aktivis yang terlibat dalam persiapan ini, nama-nama para tokoh yang hendak bergabung masih dirahasiakan. [tho/mfi/hidayatullah.com]

Giliran Berikut, Pelayaran Freedom Flotilla 2

Tuesday, June 1, 2010

Fajar Metro News : OKI Harus Desak Mesir Buka Blokade Darat

OKI Harus Desak Mesir Buka Blokade Darat

Fariz Al Mehrawi
JAKARTA -- Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Al Mehrawi, menyatakan bahwa situasi di Palestina saat ini merupakan yang terburuk dalam dua tahun terakhir setelah perbatasan darat Israel-Mesir di jalur Gaza diblokade.

Blokade itu bukan hanya menutup akses terhadap bahan makanan, bahan bakar dan kebutuhan penting lainnya di wilayah yang padat penduduk tersebut, namun juga semakin membuat penduduk Gaza dihantui bencana kelaparan.

"Situasi terakhir, paling buruk dua tahun terakhir akibat blokade darat," kata Fariz kepada wartawan di Jakarta, Selasa (1/6). Menurut Fariz, blokade tak hanya terbatas pada wilayah Gaza. Jalur komunikasi, lanjut Fariz, juga diblokade oleh Israel sebagai taktik yang dilakukan negeri Yahudi itu untuk lepas dari sanksi PBB. "Ini taktik agar bisa mengeliminir sanksi yang akan diberikan ke PBB," ujarnya.

Dipaparkannya, zionis Israel telah mulai melakukan blokade total sejak tahun 2007. Kondisi masyarakat di Jalur Gaza diperparah dengan keengganan Mesir membuka perbatasan Rafah. Blokade Mesir itu juga atas permintaan Israel. Padahal, Rafah merupakan satu-satunya pintu masuk Gaza yang tidak dikendalikan oleh Zionis Yahudi.

Ditempat yang sama, tokoh-tokoh lintas agama yang tergabung dalam Prakarsa Persahabatan Indonesia Palestina mendesak pemerintah Indonesia untuk melakukan diplomasi agar blokade itu dibuka. "Pemerintah Indonesia harus melakukan diplomasi agar blokade darat dibuka," kata Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Dien Syamsudin.

Dien juga menyerukan kepada negara-negara Organisasi Konfrensi Islam (OKI) agar mendesak Mesir untuk membuka blokade darat oleh Mesir. "Negara-negara OKI harus bersatu," ucapnya.

Sementara Romo Benny Susetyo dari KWI mengatakan, Mahkamah Internasional perlu menyerukan pengucilan terhadap Israel agar menimbulkan efek jera atas sikapnya yang melakukan penyerangan terhadap pejuang kemanusian.

"Dewan Keamanan PBB harus menggelar rapat darurat dan menurunkan pasukan internasional dan menginvestigasi atas kejahatan international yang dilakukan," tukasnya. (jpnn)

Fajar Metro News : OKI Harus Desak Mesir Buka Blokade Darat