My Blog


Thursday, December 30, 2010

Tips Planning 2011

Tips Membuat Perencanaan, Target dan Goal untuk Tahun 2011


2011


Ada cara untuk mencapai tujuan Anda. Berikut adalah 4 tips untuk memastikan bahwa Anda mencapai tujuan Anda untuk tahun baru.


1. Buat Rencana


’Jika Anda gagal untuk merencanakan, maka rencana Anda akan gagal ”


Menetapkan tujuan tanpa merumuskan rencana hanyalah impian. Agar perubahan terjadi dalam diri Anda, Anda harus membuat rencana untuk masa depan Anda di 2011.


2. Take Action


Jika Anda seperti kebanyakan orang, maka selama beberapa hari pertama Januari, Anda akan sangat termotivasi. Dan setelah itu Anda akan bermalasan, itu berarti rencana Anda sia-sia justru itu Anda harus buat Janji kepada public akan take action dengan apa yang Anda rencanakan


3. Ingat rencana


Tuliskan rencana Anda dan tempatkan di suatu tempat Anda akan melihatnya sering. Mungkin di kulkas, dapur, meja kantor Anda, sisi cermin. Dengan begitu Anda akan terus-menerus diingatkan dari rencana Anda.


4. Tetap Fleksibel


Mengharapkan bahwa rencana Anda bisa dan akan berubah. Hidup memiliki cara yang lucu membuang hal-hal tak terduga pada kami, dan fleksibilitas yang diperlukan untuk menyelesaikan sesuatu tetapi tujuan sederhana.


Rubah hidupmu seperti apa yang kau mau jangan mudah tergoda dengan hal-hal yang tidak baik yang bisa membuat rencana gagal



Artikel Tips Membuat Perencanaan, Target dan Goal untuk Tahun 2011 ini dipersembahkan oleh TDWClub.com.

Wednesday, November 17, 2010

DERITA BISA JADI NIKMAT

Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,

Di antara sempurnanya nikmat Allah pada para hamba-Nya yang beriman, Dia menurunkan pada mereka kesulitan dan derita. Disebabkan derita ini mereka pun mentauhidkan-Nya (hanya berharap kemudahan pada Allah, pen). Mereka pun banyak berdo’a kepada-Nya dengan berbuat ikhlas. Mereka pun tidak berharap kecuali kepada-Nya. Di kala sulit tersebut, hati mereka pun selalu bergantung pada-Nya, tidak beralih pada selain-Nya. Akhirnya mereka bertawakkal dan kembali pada-Nya dan merasakan manisnya iman. Mereka pun merasakan begitu nikmatnya iman dan merasa berharganya terlepas dari syirik (karena mereka tidak memohon pada selain Allah). Inilah sebesar-besarnya nikmat atas mereka. Nikmat ini terasa lebih luar biasa dibandingkan dengan nikmat hilangnya sakit, hilangnya rasa takut, hilangnya kekeringan yang menimpa, atau karena datangnya kemudahan atau hilangnya kesulitan dalam kehidupan. Karena nikmat badan dan nikmat dunia lainnya bisa didapati orang kafir dan bisa pula didapati oleh orang mukmin. (Majmu’ Al Fatawa, Ibnu Taimiyah, Darul Wafa’, 10/333)

***

Begitu sejuk mendengar kata indah dari Ibnu Taimiyah ini. Akibat derita, akibat musibah, akibat kesulitan, kita pun merasa dekat dengan Allah dan ingin kembali pada-Nya. Jadi tidak selamanya derita adalah derita. Derita itu bisa jadi nikmat sebagaimana yang beliau jelaskan. Derita bisa bertambah derita jika seseorang malah mengeluh dan jadikan makhluk sebagai tempat mengeluh derita. Hanya kepada Allah seharusnya kita berharap kemudahan dan lepas dari berbagai kesulitan.

Nikmat ketika kita kembali kepada Allah dan bertawakkal pada-Nya serta banyak memohon pada-Nya, ini terasa lebih nikmat dari hilangnya derita dunia yang ada. Karena kembali pada Allah dan tawakkal pada-Nya hanyalah nikmat yang dimiliki insan yang beriman dan tidak didapati para orang yang kafir. Sedangkan nikmat hilangnya sakit dan derita lainnya, itu bisa kita dapati pada orang kafir dan orang beriman.

Ingatlah baik-baik nasehat indah ini. Semoga kita bisa terus bersabar dan bersabar. Sabar itu tidak ada batasnya. Karena Allah Ta’ala janjikan,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang bersabar, ganjaran bagi mereka adalah tanpa hisab (tak terhingga).” (QS. Az Zumar: 10). Al Auza’i mengatakan bahwa ganjarannya tidak bisa ditakar dan ditimbang. Ibnu Juraij mengatakan bahwa pahala bagi orang yang bersabar tidak bisa dihitung sama sekali, akan tetapi ia akan diberi tambahan dari itu. Maksudnya, pahala mereka tak terhingga. Sedangkan As Sudi mengatakan bahwa balasan bagi orang yang bersabar adalah surga.[1]

Semoga yang singkat ini bermanfaat. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

16 Dzulqo’dah 1431 H (24/10/2010), KSU, Riyadh, KSA

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id